Selasa, 12 Februari 2013

Surat Untuk Ibu


I wanna kiss you every day J



Mom, did you know what I feel?
Setiap aku ingat kata ibu, ibu selalu ada di hatiku
Entah sampaikan aku harus mencintai ibu
Aku tidak tahu, apakah aku akan sanggup melupakan ibu,
Apakah aku akan bertahan saat ibu tidak lagi ada disampingku.
Aku sadari, usiamu semakin lama, semangkin singkat didunia ini. Sama dengan usiaku yang juga akan begitu.

Apakah kau tahu ibu? Aku tidak bisa melepaskanmu dari genggamannku
Kerinduanku memelukmu saat aku berada diperantauan.
Jauh darimu, sungguh itu membuatku tersiksa
Aku jauh darimu ibu,
Aku selalu berpikir “saat aku tidak ada dirumah, ibu bersama siapa? Sendiri? “
Dan kau tahu mengapa aku selalu bertanya “ibu lagi apa? Gak jalan2 keluar? Dirumah ada siapa?” saat kau menelponku?
Itu karena aku takt ibu kesepian dirumah, padahal jelas saja ibu sendirian dirumah klau bapak sedang bekerja, mbak dan suaminya juga..

Ibu tahu kenapa aku sangat ingin cepat menikah?
Agar aku bisa membawa ibu kerumah kami, aku dan suamiku.
Aku ingin memberikan cucu yang cantik2 dan tampan.
Aku ingin melihat ibu mengendong anakku kelak.
Aku ingin ibu merasakan hangatnya cinta, dan kasih sayang yang diberikan oleh suamiku kepada mertuanya, ibu.

Ibu, hangatnya kasih yang kau berikan dari aku kecil, tidak akan mampu menandingi pengabdian yang baru sedikit, bahkan mungkin belum ada apa2nya.
Aku ingin melihat wajahmu yang penuh senyuman lebar, mata yang bersinar.
Bukan wajah muram yang menampakkan keriput diwajahmu itu, dengan mata yang telah sayu. Bukan itu yang aku mau
Tanganmu yang mulai menampakan keriput, ingin aku genggam dengan erat, sangat erat..

Hatimu yang begitu tegar melihat perkembangan anak2mu yang selalu jauh darimu.
Aku tahu padahal ibu ingin selalu memeluk anak2 ibu saat mereka mereasa susah…
Aku tahu hatimu terasa tidak sepenuhnya ada saat beerpisah dengan anak2mu, tersiksa menehan rasa untuk memasakan mereka, memandikan mereka, memeluk dan mengecup kening mereka saat tidur… tapi itu kau lakukan untuk membantu bapak mencari nafkah..
Aku tahu betapa apa adanya kita dulu, berpisah dengan bapak, dan kedua anakmu yang lainnya.
Aku saja yang diasuh merasa kesepian tidak ada mereka, apa lagi dirimu yang bekerja, dan mengasuhku seorang diri hingga aku besar.

Betapa tegarnya hatimu saat itu ibuu
Mungkin jiga aku merasakan hal yang sama seperti mu saat itu, aku tidak tidak tahu apakah aku akan sanggup atau tidak melakukannya.

Terimakasih ibu, terimakasih untuk segalanya yang telah kau berikan kepadaku, kepada abang, dan mbak…

Kami bangga memiliki ibu sepertimu, yang kadang kala kami tidak pernah mengerti apa yang ibu rasakan, hingga kami mementingkan ego kami.. tidak memeperdulikan apa yang ibu rasakan..

Terimakasih ibu, terima kasih untuk ibu yang selalu menjaga kami… J

Senin, 11 Februari 2013

TERNYATA

Setelah sekian lama aku baru sadar, ternyata aku salah orang


Aku pkir itu adalah "Dia" tapi ternyata selama inni bukan "Dia"
Benar-benar salah orang.
Tapi karena kesalahan aku itu, aku jadi dekat dengan "Dia", mengenalnya dengan dekat, bercengkrama, dan mendapat banyak cerita darinya.
Yahh, itu adalah kesalahan yang ternyata membuat aku menyukainya saat itu  (^_^)
Kekeliruan yang membuatku mengerti tentang dirinya *meskipun itu tak sepenuhnya
Kalau dipikir-pikir jelas saja aku malu, tapi yaa sudahlah.. hehheehe