Rabu, 15 Oktober 2014

Kembali Menulis

Ngeliat orang-orang udah banya banget nulis diblognya mereka masing-masing.
Kali ini saya sepertinya akan mulai untuk mengaktifkan blog ini lagi dan mulai menulis lagi.
Kenapa? Karena melalui menulis, saya bisa melihat diri saya sendiri seperti apa.
Kok bisa?
Bisa dong.. kita itu juga bisa melihat bagaimana orang iitu dari apa yang mereka tuliskan.
Saya saja melihat postingan saya yang sebelum ini jadi merasa.. kok saya agak terlihat alay ya, lebih tepatnya lebay banget.. hahaha dan gak penting sebenarnya untuk membahas tentang masalah pacar, mantan atau hal-hal yang sebenarnya itu tidak perlu kita hebohkan seperti yang telah saya tulisakan.
Mungkin mulai saat ini saya akan lebih menuliskan tentang bagaimana saya bisa mensyukuri hidup ini yang telah Allah limpahkan segala nikmatnya kepada saya.
Ya, tiap orang memang belajar mendawasakan diri mereka. Dari seseorang, saya mendapatkan kalimat ini “orang itu akan selalu berubah menjadi yang lebih baik setiap 40 hari” gak tau sih bener apa gaknya.. karena saya belum mencari kebenaran dari kalimat yang disampaikan itu. Tapi yang pasti saya yakin bahwa setiap orang pasti akan berubah menjadi lebih baik setiap waktu sekecil apapun perubahan yang terjadi pada orang itu.
Blog ini memang saya peruntukan bagi diri saya sendiri pastinya. Untuk mengingatkan saya dan juga untuk mengintrospeksi atau memuhasabah diri saya. Kalau ada yang lihat atau baca blog ini tidak masalah.. karena saya juga belajar untuk membuka diri dan kehidupan saya kepada orang lain. So, apa yang harus saya berbuat? Karena saya akan memposting tentang kehidupan saya, jadi saya punya harapan dari tulisan saya bahwa saya memperbaiki diri saya menjadi orang yang lebih baik sehingga apa yang akan saya tuliskan nantinya juga akan lebih baik dan bisa memberikan pebelajaran bagi saya dan orang lain yang melihat atau membacanya.


Terimakasih. Insya’Allah tuliasan-tulisan disini akan jauh lebih baik.. aamiin.. mohon doanya ya..

Sabtu, 08 Juni 2013

Perasaan apa ini ya? (T_T)


Okee semua.. sudah sekian lama saya tidak menuliskan unek2 saya yang udah membuncah saat ini…. Huaaaaa bingung!!

Sedih? Senang? Kaget? Bingung? Berharap iya dan tidak…
Coba dong kalian bayangkan! Kalau gak mau bayangkan juga gak apa2 sih sebenernya, toh masalah punya saya ini, hahahha
Nih ya, apa yang kalian rasakan ketika mantan kalian menghubungi kalian? Kalau yang masih ngarep ya seneng2 aja kan? Kalau yg gak ngarep y pasti biasa aja kadang malah gak dihiraukan, dan saya mungkin termasuk ke golongan yang memilih alasan pertama, hehehe
Lalu gimana kalau dia smsnya gak pernah selesai? KESEL? Iyalah, pake BUANGETTT…

Ditambah lagi ni ya, ternyata si dia menghubungi kamu untuk meminta bantuan, RASANYA? Awalnya seneng, tapi begitu tau butuh bantuannya apa, yang terjadi padaku adalah.. kekagetan dan bertanya-tanya “Ni orang gak ngerti perasaan, pengen manasin hati aku atau apa sih?”
Gimana aku gak ngerasa gitu, bayangin nih ya sekali lagi, kalau gak bisa tau gak mau paksain deh buat bayangin.. (maksa banget ya? emang iya.. hahaha)

Ternyata si DIA minta tolong supaya aku membatu “PACARNYA” untuk membantu sipadcar yang baru masuk kuliah, and you know what? selain itu si DIA minta tlong supaya pacarnya tinggal sama aku sementara selama ngedaftar…… whhhhaaaaatttttt? Ini apa mksudnya sih? Tu orang bener-bener polos gak ngerasa apa2 atau gimna coba?

Bayangin lagi aja nih, masa iya kalian bakal barengan akur buanget sama pacar mantan kalian, yang sebenernya kalian berharap kalian bisa deket lagi sama mantan, malah di sodorin si mantan sama pacar barunya dia…. Aisshhhhhh, sungguh gak ngerti deh aku,,

Mau nolak? Mau.. tapi gak enak sama mantan gueeee (T_T) (sok baik banget yah akunya, jd faking good dihadapan dia)

Tapi gue gak bisa nolak kalau dia yang mintaaaaa… huaaaa, hikshikshiks (bercucuran air mata). ini akunya yang yang terlalu baik hati, atau gimana sih... (sebel sama diri sendiriii) Arrrrrgghhh *muncul taring dimana-mana#agak serem juga sih* **hahaha

Bingung “APA YANG SEMESTINYA AKU LAKUKAN TEMAN…?


Berharap esok hari bangun tidur, keluar rumah, kemudian kenal dengan seorang laki2 sholeh, yang baik hati dan mengerti perasaanku dan sayang banget sma keluarga aku, tiba2 segera melamarku dan menikahiku… heuheuu.. “BERANDAI-ANDAI”… :D SEMOGA ALLAH KABULKAN YAHHH…  aamiin

Selasa, 02 April 2013

Derita Anak Kos

Susahnya jadi anak kuliahan yang jauh dari orang tua
kadang kepepet dengan uang bulanan, bayaran kosan yang gak boleh telat, bayar spp kuliah.. capek deh.. ribet amat yak :p

Dan kalian tahu apa yang saya rasakan bersama teman2 seperantauan saya dikosan?
Hal tersulit yang kami selalu rasakan itu adalah saat makan makan malam
Tiap hari pasti mesti kebingungan mau makan apa? makan dimana? sedangkan jam terus berjalan dan terasa cepat, dan hari mulai semakin larut malam (kenapa jadi horor kata2nya :p)

Seperti sekarang ini, ujuk-ujuk udah jam 8.50 PM aja, baru deh nemu menu makan malamnya.. ribet banget kan? cari menu buat makan malam aja tuh rasanya seperti lagi cari jawaban essay soal ujian yang mesti muter-muter dulu ni pikiran buat mnemuin jawabannya. sungguh kasihannya diri kami anak kosan ini (agak sedikit memelas, siapa tahu ada yang mau kasih makan gratisan)

Yap, alhasil setelah mendapatkan jawaban pengen makan apa, kemudian bersiap meluncur ketempat tujuan, namun apalah daya manusia tidak kuasa menahan kuasa Allah.. Hujan turun seketika... -_-

tapi dengan tekat rasa lapar.. hahahaha
akhirnya teman saya si Sasti dan Mbak Reni pergi juga keluar membelikan makanan yang telah direncanakan tadi dengan jas keagungan (jas hujan maksudnya hahahaha) anti badai lhoo

Semangat ya Sasti dan Mbak Reni, kami menunggu kedatangan kalian dengan segenap makanan... :)

Minggu, 31 Maret 2013

Teruntuk Calon Suamiku

Aku pernah melakukan kesalahan, semua orang juga pasti pernah melakukan kesalahan... hanya saja yang berbeda adalah jenis pelakuannya.
aku sempat tersesat saat mencari dirimu
Aku tersangkut dipohon yang sangat berduri yang dapat menusukku kapan saja jika aku lengah sedikit..
kesalahanku itu adalah, aku sempat berpacaran
untungnya Allah senantiasa menyelamatkanku dengan segala bara bantuan yang hadir kepadaku
Allah dekatkan aku dengan orang-orang yang selalu dapat membantuku, menyelamatkanku, dan melindungiku dengan perisai keimanan yang mereka miliki
Sungguh takjub diriku dengan bala bantuan yang Allah berikan kepada ku
kini tekatku untuk terus berjuang mencarimu tidak berhenti
Aku berusaha memantaskan diriku untuk mendapatkan mu
Aku memang belum tahu siapa dirimu sesungguhnya wahai suamiku
Tapi keyakinanku yang kuat, aku pasti bertemu denganmu sebentar lagi

Aku yakin Allah akan pertemukan kita dengan cara yang indah

dengan diriku yang selalu berusaha untuk pantas mendapatkanmu dihadapan Allah
Aku berharap dirimu juga sedang memantaskan diri kepada Allah untuk pertemuan kita nanti

aku berharap saat aku shalat, kau juga sedang shalat
saat ku berdoa untuk mu, kau juga mendoakan ku disetiap sholat, doa dan sujudmu itu

aku berharap kita akan bertemu sebentar lagi, 
tidak akan lama... yakinlah pada Allah wahai suamiku... :))

Selasa, 12 Februari 2013

Surat Untuk Ibu


I wanna kiss you every day J



Mom, did you know what I feel?
Setiap aku ingat kata ibu, ibu selalu ada di hatiku
Entah sampaikan aku harus mencintai ibu
Aku tidak tahu, apakah aku akan sanggup melupakan ibu,
Apakah aku akan bertahan saat ibu tidak lagi ada disampingku.
Aku sadari, usiamu semakin lama, semangkin singkat didunia ini. Sama dengan usiaku yang juga akan begitu.

Apakah kau tahu ibu? Aku tidak bisa melepaskanmu dari genggamannku
Kerinduanku memelukmu saat aku berada diperantauan.
Jauh darimu, sungguh itu membuatku tersiksa
Aku jauh darimu ibu,
Aku selalu berpikir “saat aku tidak ada dirumah, ibu bersama siapa? Sendiri? “
Dan kau tahu mengapa aku selalu bertanya “ibu lagi apa? Gak jalan2 keluar? Dirumah ada siapa?” saat kau menelponku?
Itu karena aku takt ibu kesepian dirumah, padahal jelas saja ibu sendirian dirumah klau bapak sedang bekerja, mbak dan suaminya juga..

Ibu tahu kenapa aku sangat ingin cepat menikah?
Agar aku bisa membawa ibu kerumah kami, aku dan suamiku.
Aku ingin memberikan cucu yang cantik2 dan tampan.
Aku ingin melihat ibu mengendong anakku kelak.
Aku ingin ibu merasakan hangatnya cinta, dan kasih sayang yang diberikan oleh suamiku kepada mertuanya, ibu.

Ibu, hangatnya kasih yang kau berikan dari aku kecil, tidak akan mampu menandingi pengabdian yang baru sedikit, bahkan mungkin belum ada apa2nya.
Aku ingin melihat wajahmu yang penuh senyuman lebar, mata yang bersinar.
Bukan wajah muram yang menampakkan keriput diwajahmu itu, dengan mata yang telah sayu. Bukan itu yang aku mau
Tanganmu yang mulai menampakan keriput, ingin aku genggam dengan erat, sangat erat..

Hatimu yang begitu tegar melihat perkembangan anak2mu yang selalu jauh darimu.
Aku tahu padahal ibu ingin selalu memeluk anak2 ibu saat mereka mereasa susah…
Aku tahu hatimu terasa tidak sepenuhnya ada saat beerpisah dengan anak2mu, tersiksa menehan rasa untuk memasakan mereka, memandikan mereka, memeluk dan mengecup kening mereka saat tidur… tapi itu kau lakukan untuk membantu bapak mencari nafkah..
Aku tahu betapa apa adanya kita dulu, berpisah dengan bapak, dan kedua anakmu yang lainnya.
Aku saja yang diasuh merasa kesepian tidak ada mereka, apa lagi dirimu yang bekerja, dan mengasuhku seorang diri hingga aku besar.

Betapa tegarnya hatimu saat itu ibuu
Mungkin jiga aku merasakan hal yang sama seperti mu saat itu, aku tidak tidak tahu apakah aku akan sanggup atau tidak melakukannya.

Terimakasih ibu, terimakasih untuk segalanya yang telah kau berikan kepadaku, kepada abang, dan mbak…

Kami bangga memiliki ibu sepertimu, yang kadang kala kami tidak pernah mengerti apa yang ibu rasakan, hingga kami mementingkan ego kami.. tidak memeperdulikan apa yang ibu rasakan..

Terimakasih ibu, terima kasih untuk ibu yang selalu menjaga kami… J

Senin, 11 Februari 2013

TERNYATA

Setelah sekian lama aku baru sadar, ternyata aku salah orang


Aku pkir itu adalah "Dia" tapi ternyata selama inni bukan "Dia"
Benar-benar salah orang.
Tapi karena kesalahan aku itu, aku jadi dekat dengan "Dia", mengenalnya dengan dekat, bercengkrama, dan mendapat banyak cerita darinya.
Yahh, itu adalah kesalahan yang ternyata membuat aku menyukainya saat itu  (^_^)
Kekeliruan yang membuatku mengerti tentang dirinya *meskipun itu tak sepenuhnya
Kalau dipikir-pikir jelas saja aku malu, tapi yaa sudahlah.. hehheehe

Rabu, 23 Januari 2013

Rindu

Aku ingin berkumpul dengan Bapak, Ibu, Mbak, dan Abang.
Ingin peluk mereka erat-erat...

Cerita bareng, becanda bareng, jalan bareng, aku pengen rasain itu lagi klau pulang ke rumah
tapi apa daya, kesibukan memngahmbat itu semua, abang dimana, saya dimana, mbak juga dimana.

Paling seneng kalau lebaran, karena bisa kumpul semuanya :))
Pengen banget diberi kesempatan bisa umrah bareng semuanya... Gak pisah-pisah karena kesibukan yang berbeda..

Memeng ya, paling enak itu di masa kecil. Semuanya kumpul bareng. Rebutan aja sampe barangan.

Aaakkk, kangen, kangennnnnn banget... :)))


This is what i feel :))